Kamis, 23 Februari 2012
Internasional : Dan, Obama pun Mengampuni Kalkun
Dan, Obama pun Mengampuni Kalkun
Senin, 28 November 2011 - 11:46:08 WIB
Foto : Obama
TERKAIT:

WASHINGTON DC - Thanksgiving day, yang dirayakan setiap Kamis pada minggu terakhir bulan November, adalah sebuah tradisi bagi masyarakat Amerika Serikat.

Presiden AS, selalu menyempatkan merayakan. Biasanya, dilakukan secara simbolik dengan memberikan pengampunan pada dua ekor kalkun yang dihadirkan ke Gedung Putih, sebagaimana dilakukan Presiden Barack Obama.

Tapi, kali ini berbeda. AS merayakannya dalam situasi keprihatinan. Krisis ekonomi yang mendera dan belum juga membaik, membuat rakyat AS harus mengencangkan ikat pinggang.

Obama pun tidak merayakannya di Gedung Putih. Ia bersama first lady Michele, memilih hadir langsung di sebuah Foodbank di Washington, gudang tempat penampungan makanan sumbangan dermawan untuk kaum duafa. Obama dan Michele, membagikan langsung paket makanan itu pada warganya yang kurang mampu.

Thanksgiving Day adalah hari bersyukur (atas nikmat-Nya). Maysrakat AS merayakannya, dan biasanya disusul dengan tradisi Black Friday,  semua toko dan supermarket membeber barang diskon.

Hari bersyukur, memang benar-benar ditunggu. Pada hari itu diisi dengan makan malam masakan kalkun panggang, bersama keluarga. Diiringi doa. Sedikitnya 45 juta kalkun dimasak pada hari itu, dan karenanya ada yang dibawa ke Gedung Putih untuk diampuni, tidak dipotong.

Pada hari itu, warga AS yang memiliki kampung halaman, berbondong-bondong mudik. Mirip mudik saat lebaran. Mobil-mobil penuh di jalan menuju luar kota, dengan bekal diletakkan di dek atas. Itu tampak pada jalan-jalan ke luar kota, misalnya di road Interstate 95. Jalur yang memanjang dari Boston hingga ke selatan, Miami, Florida ini, dipenuhi dengan arus mudik.

Tiket-tiket penerbangan pun ludes. Bandara di sekitar Virginia dan Washington dipenuhi dengan penumpang. Sebagian besar adalah keluarga, yang ingin merayakannya hari bersyukur ini di kampung. Sedikitnya 51 juta orang melakukan perjalanan pada hari itu.

Kalkun panggang menjadi hidangan khas, bak ketupat.  Ada yang memasak sendiri, ada yang tinggal pesan di supermarket atau pun order via internet. Harganya relatif mahal, termurah dalam paket bisa mencapai 60 dolar.

"Setiap kali thanksgiving rata-rata kami menerima 300 order turkey (kalkun)," ujar Ryan, supervisor Wholefood market di kawasan Reston, Virginia, yang terkenal di AS.

Thanksgiving, adalah hari raya keluarga tradisi Amerika. Sama seperti lebaran di Indonesia, yang penting adalah libur panjang akhir pekan.

Sejarah Thanksgiving, yang dipelajari di sekolah dasardi AS, biasanya melibatkan beberapa aspek, dari mudik, Indian, persahabatan dan kebun jagung. Pertama dirayakan adalah buat bersyukur karena panen sukses.

Pada perkembangannya, menjadi libur panjang akhir pekanyang sangat ditunggu di AS. Dan, dalam sejaranya, itu berkat lobi di tingkat pembuat UU dan unsur kepraktisan.

Tradisi tahunan ini sebenarnya diperingati di AS sejak 1863. Tetapi, ada yang menyebutkan tradisi ini diperingati pertama di El Paso, Texas pada 1598. Sejarah lainnya menyebutkan, perayaannya pertama digelar 1619 oleh koloni Inggris, Virginia. Namun, perayaan modernnya sendiri baru dimulai 1621 di Plymouth, Massachusett. Dua tahun kemudian diperingati untuk menandai syukur jatuhnya hujan yang mengakhiri musim kering.

Sejak itu tradisi ini meluas, digelar setiap tahun di pelbagai pelosok AS.
Yang pertama mendukung bahwa Thanksgiving adalah hari libur federal adalah George Washington pada tahun 1789.
Lebih dari 70 tahun kemudian, Abraham Lincoln mengeluarkan proklamasi sendiri. Tapi,antara peristiwa-peristiwa itu, ada sosok yang tak kenal lelah melobi dan kampanye. Ia juga membuatpenulisan surattentang perlunya Thanksgiving. Sosok itu, yakni Sarah Josepha Hale, seorang asal New Hampshireyang berhasil meresmikannya menjadi hari libur. (Wanita ini juga dikenal sebagai penulis "Mary Had a Little Lamb").

Pada pertengahan abad ke-19 kejayaan Hale, "satu-satunya hari libur Amerika adalah Hari Kemerdekaan dan hari ulang tahun Washington,"kata Penny Colman, yang menulis: "Thanksgiving the True Story."

"Hale menginginkan liburan yang dapat menghormati ketenangan rumah tangga. Selain itu, ia ingin pada hari Kamis.Sebagian, itu sekaligus menghormati George Washington, yang proklamasi sendiri dilakukan pada Kamis," katanya.

Pada sisi lain? Untuk menghormati ibu rumah tangga. "Kamis adalah hari paling nyaman dari seminggu untuk liburan domestik,"tulis Hale di salah satu dari lusinaneditorial Thanksgiving.

Hari Kamis, kata dia,sepertinya kesempatan terbaik bagi seorang ibu rumah tangga untuk menyiapkan makanserta saling kunjung keluarga.

Surat Hale dikreditkan,dan akhirnya sampai juga ke telinga Lincoln serta mendorongsang presiden ini untuk standarisasi pesta Kamis. Dan, itu dipertahankan sebagai tradisi dan libur resmi di AS.

Jumatnya, dilanjutkan dengan pesta diskon. Sejak pukul 02.00 dini hari, warga sudah antre di berbagai mal dan toko. Biasanya, yang melakukan banting harga adalah toko elektronik.

Di AS, hari libur memang sangat ditunggu-tunggu. Tetapi, soal hari libur, tidak semudah berubah-ubah seperti di Indonesia. Di AS, ada sejarah konstitusionalnya dalam penetapan hari libur, khususnya hari libur panjang akhir pekan.

Sebagaimana diketahui, bangsa AS besar karena budaya kerjanya. Tetapi, psikologis manusia perlu beristirahat. Manusia membutuhkan downtime.

AS sangat buruk dalam memberikan kesempatan libur pekerjanya. Dalam grafik perbandingan liburan internasional, AS dalam posisi menyedihkan dengan hanya memberikan kompetensi untuk libur 13 hari bagi pekerjanya. Sedangkan di Inggris 26 atau Italia 31.

Penampatan libur panjang akhir pekan ini, terkait thanksgiving, secara strategis membantu mengkompensasi. Thanksgiving day posisinya terkepung antara hari besar nasional lainnya, seperti hari Martin Luther King Jr 's dan President's Day. Setelah itu, melewati musim semi ada Memorial Day serta Independence Day 4 Juli dan Labor Day, di menjelang musim gugur mulai siklus baru.

Tetapi, sebagian mengritik, tetap saja libur panjang itu tidak dinikmati masyarakat kelas bawah yang bekerja hanya sebagai buruh. Kelas buruh ini, hanya memiliki libur Minggu saja, atau sehari dalam sepekan kerja. Bahkan, banyak perusahaan yang tetap mempekerjakan karyawan walau dengan upah overtime (1,5 kali gaji per jamnya).
Sisi lain, untuk kalangan yang bisa menikmati libur panjang biasanya diisi justeru dengan pesta pora pada libur akhir pekan ini, dan mendadak sakit pada hari Seninnya.

Praktek ini diamati dan sudah berjalan cukup lama. Bahkan, mereka mentradisikannya dengan menyebut upaya "Keeping Saint Monday."

"Kelompok-kelompok keagamaan membencikegiatan keeping saint Monday itu, dan begitu pula para bos,"kata profesor University of Pennsylvania Witold Rybczynski dalam bukunya, "Waiting for The Weekend."

Berbagai kelompok kepentingan di AS, malah menempatkan bersama-sama solusi: Sabtu. Kata mereka, berikan orang-orang itu hari Sabtu sore off sehingga mereka memiliki sedikit alasan untuk ditempelkan pada Senin pagi.

"The week end"adalah istilah pertama yang muncul di Inggris Oxford Dictionary pada 1879, dan itu tidak sampai menjadi Great Depression bahwa Sabtu-Minggu merupakan duo dinamis yang benar-benar menjadi kodifikasi di AS.

Waktu lebih pendek dipandang sebagai "obat"untuk pengangguran, dan Rybczynski menulis. "Setiap orang akan bekerja lebih sedikit, tetapi lebih banyak orang akan memiliki pekerjaan."

Bagaimana dengan libur pada SaintSenin? Ini sebagian besar ditinggalkan, selama puluhan tahun dan beberapa dekade, sampai Kongres membuat kalender ulang dan memutuskan untuk repackagetentang waktu libur di AS.

Thanksgiving itu juga terkait dengan perdebatan adanya libur panjang.  Dalam sejarah, libur panjang ini pula dikaitkan dengan ketaatan.

Byron Giles Rogers, seorang Demokrat dari Colorado, seorang pria yang dikenal oleh rekan-rekan sebagai pejuang hak-hak "Sipil Rogers."Ia bekerja tak kenal lelah pada isu-isu kesetaraan.

Selama 20 tahun di Kongres, ia akhirnya bisa membawa negara mengakui libur panjang akhir pekan.
Rogers adalah orang yang, pada Mei 1968, memperkenalkan RUU HR 15.951, yang mempengaruhi empat hari libur yang ada dan kemudian menjadi dikenal sebagai Undang-Undang Uniform Monday Holiday Act. (Ketika itu, sebuah subkomite berniat menambahkan Thanksgiving untuk lineup itu Senin,tapi ditolak).

Rogers ketika itu memulai dengan asumsi, "bahwa program liburan Senin akan merangsang produksi industri yang lebih besar dan berkontribusi untuk peningkatan produk nasional bruto."

Sebelum ini, hari libur kaku. Ulang tahun George Washington ditandai bahwa dia dilahirkan, 22 Februari. Memorial Day selalu 30 Mei, Columbus Day 12 Oktober.

Meskipun ada beberapa keberatan, akhirnya usulan Rogers itu lulus dengan mayoritas.Dan, George Washington pun setuju --ia menulis proklamasi Thanksgiving pertama.

Rogers meninggal pada tahun 1983, setelah berhasil memperjuangkan 10 terms (istilah) tentang hak-hak libur di AS.(B. Indra Kusumawanto, dari Washington DC)

(109) Dibaca - (0) Komentar

[ Kirim Komentar ]
Nama
Email
Komentar



(*Masukkan 6 kode diatas)

 
Most Popular in News
T-10 Tooltips v1.0
 
 
 
 
 
| Redaksi | Info Iklan | Terms of use | Kotak Pos | Index |
Copyright © 2011 SatuRIAU.com - Portal Keluarga Indonesia