Sabtu, 19 Mei 2012
Sains : Mengapa Pemeliharaan Sebuah Jembatan Diperlukan?
Mengapa Pemeliharaan Sebuah Jembatan Diperlukan?
Selasa, 29 November 2011 - 21:16:14 WIB

Ir. Rony Ardiansyah, MT, IPU
Pengamat Perkotaan/ Dosen Teknik Sipil UIR

Berkaitan dengan judul di atas, kita kutip pernyataan berikut: ”Kita targetkan masa ketahannya 40 tahun, tapi kalau bisa lebih dari itu tentunya akan lebih baik.Tapi tergantung bagaimana cara kita merawat Jembatan Siak III ini supaya lebih bermanfaat bagi masyarakat, ” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Riau, SF Hariyanto, kepada Metro Riau, Senin (28/11) di Kantor Gubernur Riau. Artinya, nantinya akan ada perawatan yang benar terhadap jembatan Siak III, bagaimana dengan jembatan Siak I?
Sungguh disayangkan, karena kita belum mendengar tindakan apa yang akan diambil untuk jembatan Siak I yang katanya sedang sakit sekarat pada beberapa waktu yang lalu.

Jembatan Kutai Kartanegara yang katanya Golden Gate-nya Indonesia rubuh dalam umur yang pendek, hanya 10 tahun. Sedangkan Golden Gate sendiri dalam usia yang tua (74  ahun) masih bisa berdiri kokoh. Apakah karena pengaruh cara perawatan yang benar?

Mengapa pemeliharaan sebuah jembatan diperlukan? Secara umum, semua bagunan sipil (gedung, jembatan, bangunan air, air port) dirancang untuk sesuai dengan fungsi/tujuan dengan mengindahkan persyaratan-persyaratan kekuatan, kekakuan, kestabilan, daktilitas dan ketahanan terhadap kondisi lingkungan. Namun setelah bangunan berdiri, terjadi kerusakan yang berakibat persyaratan-persyaratan tersebut tidak terpebuhi lagi. Kerusakan dapat terjadi sejak awal bangunan beroperasi yang disebabkan oleh perencanaan, perencanaan dan pengawasan yang kurang baik, maupun setelah bangunan beroperasi yang disebabkan antara lain karena serangan fisik, kimia, overloading, penurunan pondasi, gempa, kebakaran, fatique, kejatuhan pesawat terbang dll. Secara langsung maupun tidak, kerusakan akan menyebabkan degradasi kekuatan yang mempengaruhi kinerja struktur secara keseluruhan. Jika bangunan tidak segera ditangani perbaikan atau perkuatannya, kerusakan dapat berlanjut lebih para lagi. Agar bangunan yang sudah rusak dapat terus difungsikan, diperlukan tindakan rehabilitasi yang dapat berupa perbaikan (retrofit) atau perkuatan (strengthening).

Sebelum dilaksanakan tindakan rehabilitasi bangunan existing, diperlukan pemeriksaan investigasi dan evaluasi kerusakan struktur utama maupun pendukung untuk mengetahui sejauh mana kelaikan bangunan. Dari hasil investigasi dan evaluasi dapat ditentukan metode perbaikan atau perkuatan yang paling optimal. Yang telah memasukkan beberapa kajian antara lain pendanaan/biaya, durasi pelaksanaan, ketersediaan bahan, alat, tenaga, dll. Investigasi semacam ini sering disebut Rekayasa Forensik (Forensic Engineering).***

(219) Dibaca - (0) Komentar

[ Kirim Komentar ]
Nama
Email
Komentar



(*Masukkan 6 kode diatas)

 
Most Popular in News
T-10 Tooltips v1.0
 
 
 
 
 
| Redaksi | Info Iklan | Terms of use | Kotak Pos | Index |
Copyright © 2011 SatuRIAU.com - Portal Keluarga Indonesia