DUMAI (satuRiau) - Akirnya, tarif pipanisasi CPO dan turunannya di dermaga B Pelabuhan Dumai mendapat titik temu, yakni Rp 2 ribu per metric ton. Hal tersebut ditetapkan setelah PT Pelabuhan Dumai dengan perusahaan pemilik barang melakukan kesepakatan.
General Manager (GM) Pelabuhan Dumai Ir Zainuil Bahri MM ketika dihubungi melalui Menejer Devisi Komersial Pelabuhan Dumai Jonedi Ramli SE menegaskan,
Tarif pipanisasi CPO dan turunannya ditetapkan setelah kedua belak pihak melakukan pembahasan bersama.
“Ya, angka Rp 2 ribu sudah final dan itu hasil adalah kesepakatan bersama pemilik barang dan PT Pelabuhan Dumai. Tarif itu sendiri, berlaku sejak Januari 2010,” tegas Jonedi Ramli kepada satuRiau.com di ruang kerjanya.
Pembahasan tariff pipanisasi CPO dan turunanna di Pelabuhan Dumai sudah berulangkali di lakukan. Bahkan pengguna jasa sudah sempat mengadukan permasalahan itu ke Pengadilan Negeri (PN) Dumai.
Namun kasus itu berakhir damai, menyusul adanya penetapan tariff sebagaimana yang disepakati pemilik barang dengan PT Pelabuhan Dumai. “ Tidak, kini masalah tariff tak ada lagi masalah, dan kesepakatan itu berlaku selama tiga tahun,” terangnya.
Kendati demikian, kata Jonedi Ramli, agar bongkar muat (B/M) barang berlangsung lancar, pemilik tangki timbun diharapkan sesegera mungkin membangun pipa dari lokasi industri untuk dikawinkan line pipa yang sudah dibangun PT Pelabuhan Dumai. Hal tersebut penting bongkar muat CPO dan turunannya berlangsung efektif dan efisien.
Administrator Pelabuhan (Adpel) Dumai Capt Yusmardi K ketika dihubungi melalui Kepala Seksi (Kasi) Kesyahbandaran Adpel Dumai Capt Heru Hermawan sejak dermaga B Pelabuhan Dumai beroperasi, delay kapal sudah berkurang. Bahkan tak jarang hanya 2 s.d 3 hari sudah berangkat.
“Ya benar, sebelum dermaga B beroperasi kapal harus antre dan tak jarang harus sandar tender dan sandar menonjol di dermaga A dan dermaga C. Tapi dengan beroperasinya dermaga B sangat menguntungkan pengguna jasa,” tegas Heru di ruang kerjanya belum lama ini.
Dermaga B merupakan bagian dari pembangunan Phase III Pelabuhan Dumai. Proyek yang menelan dana ratusan juta dollar Amerika pinjaman dari pemerintah Jepang itu dikerjakan kontraksor RAM JV. Kendati sudah lumayan lama selesai dikerjakan, namun hingga kini belum diresmikan. [**/Jns]